Berita Detail




GENERASI MILLENIAL SEBAGAI PAHLAWAN EKONOMI KREATIF UNTUK MEMAJUKAN PENDAPATAN DAERAH

Bekraf, Banjarmasin – Rabu, 9/10/2019, Anggara Hayun Anujuprana selaku Kepala Biro Umum dan Kepegawaian Badan Ekonomi Kreatif menghadiri dan menjadi keynote speaker dalam acara Seminar Regional Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Economic Development Challenge 2019 yang diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lambung Mangkurat. Tema yang diusung dalam acara Seminar Regional Ekonomi Kreatif kali ini ialah “Peran Ekonomi Kreatif dan Inovatif Pada Generasi Millennial Terhadap Pendapatan Daerah”.


Pada acara ini, pihak penyelenggara turut mengundang Gubernur Kalimantan Selatan yang kehadirannya diwakili oleh Gusti Syahrar selaku Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan serta beberapa narasumber yaitu Jaya Abadi (Badan Keuangan Daerah Kalimantan Selatan), Chef Agus Sasirangan (pelaku ekonomi kreatif dari Banjarmasin), dan Muhammad Aris Zulkarnain (Bank Kalimantan Selatan).


Dalam paparannya, Anggara menyampaikan profil Badan Ekonomi Kreatif serta kontribusi nyata yang telah dilakukan oleh Badan Ekonomi Kreatif selama 5 (lima) tahun ini untuk mendukung para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia dalam mengembangkan usahanya. Anggara juga menyampaikan bahwa para pelaku ekonomi kreatif tidak perlu takut untuk menjalankan usahanya karena Badan Ekonomi Kreatif akan siap hadir untuk terus memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif dalam berbagai macam bantuan seperti akses permodalan, sertifikasi, perlindungan hak cipta, infrastruktur, pemasaran, dan lain-lain.


“Ekonomi kreatif itu tidak melulu menciptakan sesuatu yang sulit dan berbasis teknologi, akan tetapi kita bisa menciptakan sesuatu dari hal-hal sederhana yang ada disekitar kita untuk dikreasikan sehingga memiliki keunikan dan nilai jual di pasaran.”, ujar Anggara dalam penyampaian materinya kepada peserta seminar.


Hal ini diutarakan untuk menumbuhkan motivasi para generasi millenial agar dapat terus berkarya dan menjadi bagian dari pelaku ekonomi kreatif demi meningkatkan pendapatan daerah yang berujung pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selaras dengan pernyataan tersebut, para narasumber lainnya pun setuju dengan hal tersebut. Mereka yakin bahwa para generasi millenial adalah pemain kunci dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Terlihat dari banyaknya karya-karya kreatif dan inovatif yang mulai bermunculan dipasaran yang merupakan hasil karya para generasi millenial.


Tentunya ini merupakan suatu angin segar bagi perekonomian Indonesia, melihat antusiasme masyarakat Indonesia terutama generasi millenial terhadap ekonomi kreatif kini semakin tinggi. Disamping itu, kini pemerintah daerah setempat juga mulai berlomba-lomba mengembangkan potensi ekonomi kreatif di daerahnya masing-masing untuk dijadikan sebagai sumber utama peningkatan pendapatan daerah. Dengan begitu, kedepannya diharapkan para generasi millenial dapat melihat peluang-peluang yang ada disekitarnya dan memanfaatkan teknologi yang ada untuk terus menciptakan karya-karya kreatif yang nantinya dapat bersaing dengan karya-karya dari seluruh dunia.