Berita Detail




Bekraf Melakukan Kunjungan Kearsipan ke PT Bukit Asam Tbk

Bekraf, Tanjung Enim – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Biro Umum dan Kepegawaian, Sekretariat Utama melakukan kunjungan kearsipan ke PT Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim. Kunjungan ini dilaksanakan pada Rabu (04/9/2019) hingga Jumat (6/9/2019) di Unit Kearsipan I PT Bukit Asam Tbk.


Dalam kunjungan ini, Bekraf diwakili oleh Kepala Biro Umum dan Kepegawaian, Anggara Hayun Anujuprana beserta jajarannya dan disambut Pihak PT Bukit Asam Tbk yang diwakili oleh Asrori selaku Manajer Administrasi Korporat beserta jajarannya. Kunjungan ini bertujuan untuk benchmarking kearsipan dalam rangka pembelajaran tata kelola arsip yang lebih baik dan memperoleh banyak informasi terkait pengembangan serta implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD)/ e-Administration yang telah dilakukan oleh PT Bukit Asam Tbk.


Pada Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD)/ e- Administration, PT Bukit Asam Tbk telah mengembangkan fitur untuk konsep nota dinas, tanda tangan menggunakan QR code, nota dinas TIM, dan menu PJS. Namun, segi tampilan aplikasi ini masih mengadopsi dari SIKD Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Untuk pengelolaan arsip Inaktif dan statis, pihak Bukit Asam mempunyai aplikasi khusus yaitu ECMS/Universal Record Management yang nantinya akan diintegrasikan dengan aplikasi e- Administration.


Pengembangan aplikasi e-Administration ini rencananya akan mencakup template naskah dinas yang mengacu pada tata naskah dinas PT Bukit Asam Tbk dan penggunaan tanda tangan digital untuk surat eksternal.


Dalam rangka menerapkan budaya kerja pengelolaan arsip menggunakan aplikasi e-Administration, PT Bukit Asam Tbk membuat kebijakan dengan menambahkan penerapan e-Administration menjadi salah satu indikator penilaian satuan kerja dengan bobot 5%. Hal tersebut mendorong implementasi aplikasi e-Administration di lingkungan PT Bukit Asam Tbk dapat berjalan optimal.


Selain itu, pihak Bukit Asam juga menyampaikan saran yang berkaitan dengan kurangnya Sumber Daya Manusia Kearsipan. Hal tersebut dapat diatasi dengan memberdayakan anak magang maupun tenaga ahli daya swakelola untuk mengelola arsip dengan pengawasan penuh dari Pengelola Arsip/Arsiparis.


Melalui kunjungan kearsipan ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran untuk Bekraf dalam pengelolaan arsip, terutama pengelolaan arsip secara elektronik sehingga terwujudnya efektivitas dan efisiensi dalam administrasi.